Latest Entries »

Kehidupan

Untuk kedua kalinya, aku mendapati orang tua dari teman dekatku telah tiada. Mereka meninggalkan kehidupan ini tanpa memberikan tanda-tanda sebelumnya. Teman-teman saya yang ditinggalkan, mereka mengaku belum siap dan banyak sekali keinginan-keinginan yang belum mereka nyatakan kepada orang yang mereka kasihi. Dan keduanya sama, orang tua teman saya mengidap penyakit dalam waktu yang relatif singkat.

Aku mulai berfikir dan berfikir keras. Kehidupan ini hanyalah sebuah siklus dimana manusia harus mengikuti siklus itu. Dengan point-point yang sama juga. Namun dari siklus itu, memiliki pencapaian atas point-point tersebut yang berbeda. Ada yang sangat menikmati dan sangat nyaman dengan pencapaian itu, namun juga ada yang harus ngoyo untuk mencapai point-point itu.

Inti dari kehidupan ini adalah

Lahir – Tumbuh -Beribadah setiap saat – Sekolah – Kerja – Mencari uang – mencari banyak uang – mencari banyak sekali uang – Menikah – Mempunyai anak – Meninggal.

Hal-hal tersebut yang kadang membuat rasa stres saya hilang. Akhir dari kehidupan ini adalah suatu siklus diatas. Kita (sebagai manusia) tidak bisa memungkirinya. Kita wajib bersyukur, terlebih-lebih jika kita mendapatkan kemudahan untuk menjalani hidup kita. Dan kita diberi kelebihan rezeki untuk membantu sesama.

Karena point yang terpenting adalah point akhir pada siklius diatas. Kalian juga tidak bisa memungkirinya bahwa kalian tidak akan tahu kapan Yang Kuasa memanggil kalian untuk mempertanggung jawabkan semuanya.

My beloved little brother

As you know that, this time i feel so sad. It’s just because your future. You never know that your future hard to get if you’re not respect with your study. One day, we have different life. We have different family, we have different time, and we have our own business. So, at that time, we walk in different way. My life is not your life. Maybe, your life is not my life. your mom and dad just accompany you to success fortress. But, when you get your success, they never ask you to give them your money. They seem like give you their wishes for your best.

When you get your time, and you’re growing up. And you’re become adult, you have your job (i hope that you have your own corporation). And you’re fall in love with a girl. She never hurt your feeling, also she’s very proud of you.

As far as i feel that our way is little bit far away. You have your own dream, and i just want to get my own corporation. I’m very ambissious with my dream, and you just thinking about your girl.

Your dad and mom just paying your tuition fee for your school, just paying everything that you want, just remembering your pray. But, they have not a power energy for make your future better. You just thinking that this day, it’s your success. You never think that that there are another success , and you have to catch it.

Seventeen for me :)

Masih sangat jelas ketika AXIV datang ke kamarku dan membawa kue tart kecil bersama lilin berbentuk 17 tepat pukul 12 malam.  Sesuatu yang sangat aku inginkan ketika itu. Terlebih-lebih jika Rio ikut menjadi bagian kecil dari kedatangan AXIV. Dan akupun juga tidak tahu bagaimana AXIV mengerti apa yang aku inginkan. Terima kasih.

Dan aku juga masih ingat bagaimana anak2 IA3 dan beberapa temanku(yang mayoritas anak pabrasda) merayakan hari jadi ke-17ku. Terima kasih semuanya.

Thanks a lot :D

Bumbu Desa

Bumbu Desa Crew

Bumbu Desa crew celebrating my birthday party

On Three

On Three

Ceni , Me , Bi'ul

Ceny, Me, Be'ul

KFC with IA 3

KFC with IA 3

Kali itu aku masih belum tahu dan belum sadar bahwa kini aku menjadi anak yang dewasa. Dewasa dalam mengambil keputusan dan dewasa dalam menghadapi suatu masalah. Aku masih cengeng kala itu. Masih menggantungkan apapun ke ibu. Masih butuh perhatian(yang mengarah ke sikap kekanak-kanakan). Masih menggampangkan sesuatu. Seiring berjalannya waktu. Dan masih dalam pesona tujuh belasku. Aku menyadari banyak perubahan yang terjadi dalam hidupku. Aku mulai mengerti  bagaimana menyikapi masalah. Banyak orang yang memintaku untuk tidak cengeng. Dan kini aku buktikan, aku tidak lagi cengeng. Aku akan menghadapi masalah dengan santai.

Aku semakin yakin atas cita-citaku. Aku semakin yakin akan terus berjuang di dunia bisnis. Dan action yang aku lakukan adalah mengikuti Youth Business Camp(YBC) dan berusaha untuk diterima di Sekolah Bisnis Menejemen ITB Tahun depan. Mengingat SBM-ITB adalah peringkat pertama Business Best School se-Indonesia. Aku akan berusaha. Aku akan berdoa. Aku juga akan mengambil IBM-Universitas Ciputra untuk menjadi cadangan kuliahku kelak.

Tujuh belas bagiku juga aku berjanji akan menjadi orang yang mantap akan pilihan. Aku tidak lagi linglung dalam mengambil keputusan. Aku akan mencoba untuk menjadi leader yang baik. Aku akan meraih semua mimpi-mimpiku.

Di umurku yang ke 17 ini aku juga mengurangi bad habitku yang sering aku lakukan dulu. Hanya beberapa orang yang tahu. Dan kini aku akan mengurangi rasa hedonku. Aku tidak ingin hanya hura-hura. Aku memiliki masa depan yang harus aku capai. Aku ingin ber-ikhtiar untuk mendapatkan semua itu. Aku tidak ingin meneruskan hedonisme ini. Hanya sedikit berhura-hura akan membantuku untuk mencapai kesuksesan lahir batin.

Namun di usiaku kini, aku belum siap untuk membangun relationship dulu. Aku ingin berkonsentrasi di bidang akademikku. Aku masih ingin meraih cita-citaku menjadi pengusaha yang sukses. Dan dapat membantu teman-temanku yang nantinya sulit mendapatkan pekerjaan. Aku juga ingin membesarkan perusahaan ibukku yang selama ini telah menghidupiku dan dengan usaha ini aku dapat menikmati berbagai hal yang belum bisa dirasakan beberapa teman-temanku kini. Aku ingin mengembangkan dengan tanganku sendiri.

Carporation dambaan

Corporation dambaan

Aku ingin menjadi orang yang berguna. Aku ingin mengembangkan Indonesia menjadi negara yang kaya dan ada perusahaan yang dapat masuk dalam jajaran 500 fortune. Dan dapat mengembalikan kejayaan mengalahkan Malaysia. Aku akan selalu percaya bahwa Indonesia nantinya akan dapat masuk ke alam jajaran negara yang kuat akan SDMnya. Yang tentunya harus mengurangi problema klasik yang dapat menghancurkan nama Indonesia, yaitu “KORUPSI”. Bangunlag bersama Indonesia menjadi negara yang kaya dan sangat disegani oleh bangsa-bangsa lain.

Aku yakin, semua orang pasti mengidam-idamkan kasih sayang. 2 kata yang sangat berarti bagi setiap kaum. Dan utamanya bagi seorang wanita, ia mengidamkan pria yang mampu melindunginya dan menjadi panutan hidup. Beberapa wanita bahkan memberikan persyara

tan khusus untuk type pria idamannya. Yang semuanya menginginkan pria untuk menyempurnakan hidupnya.

Dan menurut pandanganku, seorang pria yang aku idamkan adalah seseorang yang mampu menyempurnakan hidupku. Mampu untuk mengingatkanku d

an tegas dalam mengambil keputusan yang terbaik untuk bersama. Memberikan kasih sayang walau tidakkan mutlak.

Hal ini pernah aku rasakan terhadap seseorang

yang bagiku sangat sempurna. Apa yang aku inginkan, telah tecermin terhadap perilakunya yang sangat membuatku kagum. Tabiatnya dan keputusan yang ia ambil selalu membuatku tersenyum dan jika perlu aku akan memberikan standing applause untuknya. Dan aku kembali untuk mengisi blog ini dengan tujuan untuk memberikannya apresiasi setinggi-tingginya karena ia telah menemaniku selama 6 tahun ini, dan kami takkan pernah lagi merasakan masa lalu itu kembali.

Dia tak menginginkan seseorang yang sempurna, tapi yang ia impikan adalah berusaha untuk menyempurnakan. Entah, mungkin aku sangat munafik terhadap dia. Telah melebih-lebihkan apa yang ia perbuat, dan setelah aku terus berfikir, memang ini adalah kesalahanku.Aku sangat menyesali apa-apa yang membuat hubungan kami kini tak sedekat dulu. Tapi yang sangat aku kagumi adalah

“DIA SANGAT MENGHARGAIKU”

Tak kupungkiri, aku sering sekali mendengar hal-hal yang dilakukan oleh pasangan remaja yang melampau batas kewajaran suatu hubungan. Bahkan mereka ber

dalih bahwa itu merupakan hal untuk mempererat hubungan mereka. Dari yang bisa dimaklumi hingga sesuatu yang membuat banyak orang berpendapat bahwa dunia ini semakin edan. Tapi itu adalah hal yang sangat dihindarinya untuk mempererat hubungan yang kami jalin selama 6 tahun belakangan ini.

Tak terbersit sedikitpun niatan darinya untuk merugikan batin dan jiwaku. Yang ia lakukan hanya sesuatu yang dapat membuat dia yakin atas cintanya kepadaku

. Ia tahu bahwa pantang bagiku untuk merugikan ragaku. Aku sangat menyucikan ragaku. Dan aku sangat riskan untuk melakukan beberapa hal yang dianggap wajar untu pasangan seumuranku. Misalnya saja bercumbu bagi pasangan remaja.

Ia tahu aku tak menyukai hal-hal seperti itu. Ia tahu bahwa aku sangat menjauhi hal-hal yang merugikan ragaku walau itu hal yang menurut beberapa orang tak pentin

g. Ia paham bahwa aku sangat menyukai alunan musik klasik dan jazz. Hingga membuat ia bekerja keras untuk berlatih piano aliran jazz hanya untuk memainkan lagu yang aku sukai ketika valentine 2006 silam. Aku sangat mengenal ia dan keluarganya. Keluarga yang sangat harmonis dan penuh dengan tawa. Dan juga merupaka keluarga yang aku idam-idamkan kelak. Kenangan-kenangan dari tahun pertama hingga tahun ke-enamku bersamanya seakan tak ingin ku ulur hingga terlepas dari genggamku.

Ketika itu kami menjalin hubungan yang sedikit complicated. Aku tahu, yang aku lakukan kala itu sangat bertolak belakang dengan keseharianku.

Awal hubungan kami, aku sangat mengaguminya dan memberanikan diri untuk pergi keluar rumah naik taksi pertama kali tanpa orang tua hanya untuk melihat dia memainkan konser yang bagiku sangat spesial(walau baginya konser itu sangat menjemukan). Semua ora

ng bertepuk tangan atas alunan musik klasiknya, hal itu yang membuatku tak percaya bahwa aku memiliki orang hebat bagi beberapa khalayak.

Tahun pertama merupakan tahun penentuan aku harus melanjutkan studi junior highku. Ketika itu aku mengidam-idamkan SMP Negeri 1 Surabaya untuk menjadi tempatku menimba ilmu. Ia memberikan semangat dan sukungan. Ia sangat pantang berhenti untuk mengingatkanku b

erdoa dan puasa. Ia yang membantuku dan memberikanku senyum yang tulus ketika aku hendak menempuh ujian. Bagi anak SD yang belum tahu menau tentang arti “pacaran”, ini lebih dari cukup.

Tahun kedua, merupakan tahun yang sangat perih baginya. Aku menyakiti hatinya. Mungkin ketika itu aku hanya mampu untuk meminta maaf dan berkata bah

wa aku bosan dengan dia. Bosan dengan perhatiannya yang semakin hari semakin berlebihan. Yang sebenarnya aku merasakan bahwa aku takkan bisa membalas kasih sayang yang ia berikan. Aku mencari seseorang lain untuk sejenak mengalihkan diriku dari sosoknya yang sangat se

mpurna. Aku berharap bahwa ia mencari orang lain untuk mengisi hari-harinya dan memberikan cinta yang sebanding dengan apa yang ia berikan. Tapi tak kuduga, ia tetap sabar untuk menyayangiku. Aku galau.

Tahun ketiga, aku semakin menjadi-jadi. Aku mencari seseorang lain untuk menggantikan kasih sayangnya yang terlampau banyak dan membuatku semakin muak akan diriku yang tidak bisa membalas kesabarannya. Aku tidak bisa memberikan apa yang ia layak daptkan. Satu ken

yataan yang membuatku tertekan kala itu adalah ia akan melanjutkan studinya keluar negeri. Dan itu artinya adalah tidak ada lagi sosok yang membua

tku tersenyum ketika aku tertekan. Beberapa yang aku sayangkan ketika itu adalah :

  • Aku belum menjadi orang yang berfikiran dewasa sesuai janjiku kepadanya
  • Aku belum bisa menghargai apa yang ia berikan
  • Aku belum bisa membuat ia ketawa dan membuat ia bangga kepadaku
  • Aku belum bisa berterus terang bahwa aku memang membutuhkannya
  • Aku belum bisa mengakui bahwa sosoknya merupakan kesempuranaan bagiku
  • Dan aku belum bisa menciumnya

Mungkin kalian(yang sedang membaca blogku ini) sangat riskan mendengar kata ciuman. Tapi itu yang sesungguhnya terjadi hampir disetiap pasangan muda-mudi zaman kini. Bahkan beberapa ada yang berhenti untuk menjalin rela

tionship karena tak mencium pasangannya. Tapi entah mengapa, aku sangat menghargai setiap ragaku, hingga ia tak pernah mengungkit-ungkit masalah ini.

Aku shock mendengar keberangkatannya, hingga aku gengsi untuk mengungkapkan rasa kehilanganku. Walaupun ia acap kali mengatak bahwa ia sangat merindukanku

kelak.

Tahun keempat,aku sangat kehilangan dia. Hingga aku berusaha untuk melupakan (atau lebih tepatnya membiasakan diri) untuk tidak bergantung a

pada sosoknya. Aku mencoba tidak m

endengarkan lagu jazz dan klasik(walau aku san

gat merindukannya). Entah bagaimana caraku untuk menentramkan hari-hariku tanpanya. Hingga aku memutuskan untuk mengikuti kompetisi jurnalis. Hingga aku meraih juara IV dan menjadi medali pertama pada bidang yang baru aku tekuni. Dan aku menemukan seseorang yang sangat maya yang mirip akan sosok ia. Namun, semuanya berakhir sia-sia walau ia berjanji akan menemuiku setelah UNAS. Dia tetap pria tersempurna bagiku.

Tahun Kelima aku semakin yakin bahwa ia soso

k yang aku inginkan. Aku merasa bahwa ia semakin dekat walau jarak kita sangat jauh. Dan kenyataan yang lebih parah bahwa kedua orang tuanya pindah ke Jogjakarta. Kota yang tak pernah kukunjungi, dan itu berarti juga bahwa aku dan dia semakin sulit untuk bertemu. Ia sudah tidak punya sanak saudara di Surabaya. Bukan berlebihan, tetapi aku merasa sangat sendiri. Aku tak tahu, aku masih tak

percaya dengan beberapa orang.

(Dan dengan post kali ini, aku juga meminta maa

f kepada seniorku karena telah melancangi kehidupannya.  Aku sangat menyayangkan hal itu, mengingat kita dekat dan aku nyaman jika ak

u bercerita dengan dia, walau aku tak berharap lebih karena aku tahu posisiku tak sebanding dengan dia. Aku sangat menyesal mengatakan bahwa kelak ia akan ringan tangan, aku juga menyesal bahwa aku melarang ia bergabung dengan klub fitness, dan melarang ia bersekolah diluar kota. Karena aku tak mau kehilangan sosok seniorku, yang sangat mendekati seseorang yang aku bicarakan di post in

i. Ia seakan menjadi malaikat penolongku. Aku tak mau kehilangan sosok seperti itu lagi. Aku ingin menetap disini, dan selalu berbincang mengenai masalahku, dan aku berjanji akan senantiasa untuk mendengarkan keluh kesalnya. Aku tak mau kehilangan sosok seperti ini lagi. DAN KENYATAANNYA IA PERGI KARENA KEBODOHANKU.)

Tahun Keenam Tahun keenam adalah kini, sekarang ini adalah tahun keenamku bersama ia. Dan aku kini semakin kehilangan dia. Aku menyayanginya, dan men

coba untuk mempertahankannya. Aku mencoba untuk membalas kasih sayang yang selama ini belum aku berikan. Aku mencoba memperbaiki sikapku yang begitu kekanak-kanakan. Aku memperbaiki semuanya di tahun ini. Tapi kenyataan berubah seketika, ia berkata bahwa ia ingin menyudahi hubungan kita yang semakin lama semakin ricuh. Ditahun keenam(jika kita belum menyudahi hali ini), yang tepat hari ini juga, aku mengatakan bahwa aku sangat kehilanganmu, aku sangat kecewa terhadap sosokku, aku sanga

t kecewa dengan apa yang selama ini aku

perbuat. Aku minta maaf atas semua ini. Aku sangat menyesal.

Melalui post ini juga, aku meyakinkan diri untuk melanjutkan studiku keluar kota. Aku ingin berkonsentrasi dengan kuliahku kelak. Batinku akan terus tersiks

a jika aku mengenang beberapa tempat yang menjadi kenangan bersamamu. Aku tidak ingin melewati tempat-tempat dimana kamu membuatku tersenyum(Dan bagi pembaca blog ini, jika kalian merasa bahwa hal yang aku katakan di blog agak berlebihan, aku minta maaf, karena ini memang sesuai yang aku rasakan), dimana seniorku memberikan nasehat-nasehat dan petuah yang sangat berharga bagiku. Serta aku tak ingin menambah dosaku dan membebani orang tuaku dengan tingkah lakuku yang menjengkelkan jika aku tetap di Surabaya. Aku memutuskan untuk meninggalkan kota ini sejenak, Hingga saatnya nanti aku kembali bersama kalian.

Hal yang aku ketahui, bahwa orang yang aku ceritakan di blog ini, akan melanjutka S2 nya di University of Barkeley – USA. Hal itu semakin membuatku tersiksa. Maafkan aku yang egois ini.

Pria Tersempurna

There are many memories lie

Cinta yang Seutuhnya

Di kala surya perlahan menghilang dari mimbarnya, gadis itu tetap duduk walau sedang kesakitan. Tak ada yang berani mengganggunya. Ia tetap mencari kesibukan walau perih menahan air matanya. Ia sulit jatuh cinta , namun kini beda. Ia mengikuti kegiatan yang sama sekali tak ber-basic pada pendiriannya demi orang yang ia cintai. Namun ia tetap kuat, tegar.

Bertahun ia merasa kesepian. Bertahun juga ia melamun tuk berfikir, untuk siapakah hati itu ia tambatkan. Selalu diam walau beribu orang yang ia sayangi telah memiliki sejuta kasih sayang yang tak ia miliki. Ia tak iri, tapi ia bingung, kemanakah dia berjalan ketika desiran ombak menyentuh hatinya. Apa ia akan selalu konstan mengikuti kemana arah itu berjalan tanpa seorang kekasih untuk berbagi dan memberi kasih yang ia dambakan.

Sulit untuk mengatakan bahwa ia sedang jatuh cinta. Walau seluruh sahabatnya mengarahkan dan memutar haluannya. Ia selalu menganggukkan kepala namun ia tak janji akan membuat semuanya nyata. Bahkan minggu lalu senior menyatakan cinta kepadanya. Ia menolak dengan alasan tetap teguh pada pendiriannya.

Kuatkah ia jika tetap duduk disana. Mencari kesibukan yang seolah menutupi pedihnya hati itu. Prahara yang tak pernah ia inginkan. Namun ia tetap duduk disana karena permintaan orang yang ia cintai.

Bagaimana wujud cinta itu sehingga membuat ia bertahan disana. Bahkan orang lain pun tak akan seperti bisa melakukan itu. Bertahan walau orang yang dinanti-nanti selama beberapa tahun itu bersama wanita lain yang sangat ia murkai. Gadis itu melihat sepasang makhluk yang sedang bercinta, menggenggam tangan satu sama lain. Bermesraan di tengah hausnya rasa kasih sayang gadis itu. Namun gadis itu tetap bertahan disana. Ia menutupi rasa tangisnya dengan kesibukan menciptakan drama lelucon yang tak lagi lucu.

Itukah cinta, membuat apa yang tak mungkin terjadi menjadi nyata. Membuat hal yang konyol menjadi ada. Setia menunggu walau orang yang kita cintai menemukan pilihan hatinya. Setia dengan yang ia rasakan dan tetap kokoh dengan nalurinya.

Gadis itu tetap setia menunggu..

Hingga orang yang ia cintai itu berpaling dan kan membuka pintu hatinya yang tak pernah terekspedisi.

Entah apa yang ku fikirkan kali ini. Sungguh! Bahkan seketika aku menyukai hujan. Aku menyukai hal-hal yang sebelumnya aku sangat benci. Hidup ini terlalu khayal. Tak bisa kumengerti. Aku semakin benci kepada diriku sendiri ketika aku melihat temanku itu. Aku bahkan ingin memaki diriku. Aku ingin menghujat, dan berkata betapa bego’ nya aku. Aku pun tak tahu, apa yang membuatku seperti ini. Aku lebih ganas dibanding raja hutan yang sebegitu buasnya.

Ketika ku mengingat hal itu. Ingin rasanya amarah keluar. Dan setiap orang akan menanyakan, kenapa kamu seperti itu. Entah apa yang harus ku jawab. Aku seperti hidup di dreamland. Negeri yang tak pernah berwujud. Oh Tuhan, apakah ini hukuman bagiku? Aku rasanya ingin sekali menyadarkanku, kamu bukan hidup di negeri mimpi. Kamu hidup di negeri yang sangat nyata. Bahkan terlihat walau kau minus 10 dan tak memakai kacamata. Hei..hei.. bangun

Aku tak kunjung bangun dari mimpi ini. Mimpi ini terlalu jauh untuk ku cerna. Terlalu sulit untuk ku tebak dan ku nalar maksudnya. Bahwa aku meninggalkan seseorang yang telah memberiku kenangan dan arti dari pertemanan. Di hujan deras ini aku menangisi setiap masa lalu yang telah kita bentuk sedemikian sempurnanya. Maafkan temanmu ini, maafkan. Karena aku berfikir, kau terlalu fiktif untuk kau nyatakan.

–nnay–

Dikeheningan pagi . embun terasa mengoyak jiwa, menggugah hati tuk terus berimaji tentangmu. Entah naluri apa yang dapat membuatku menaruh harapan di sekejap hidupmu. Apakah aku tak muluk untuk mengharap itu.
Kita telah lama bersama. Di suatu tempat yang hanya bernotabene kawan. Namun kejadian itu, yang bahkan jarum panjang jam pun berputar tak sampai 360 derajat. Kurasakan setiap angin yang menerpa kala itu. Senyumku yang memang bukan seperti biasa, yang selalu mengalir entah berlebihan atau tidak. Namun pada waktu yang relatif singkat itu, aku menemukan sosok masa laluku bukan hanya dalam rupa lain. Namun pribadi yang lebih hebat dibanding dia yang telah menemukan pelabuhan akhirnya.
Aku masih menjelma dalam bentuk yang samar. Aku tak berani berkata, karena kamu terlalu fiktif untuk kudapatkan. Karena ini cinta, aku tak berharap banyak untuk membuat kau berfikir hal yang serupa. Aku hanya ingin melihatmu terus tertawa di setiap sanubariku yang terluka. Sekali lagi, aku menemukan sosok yang hampir melebihi garis batasku berkhayal.
Aku tak peduli walau sejuta arjuna berada disana. Aku akan selalu mencintaimu. Walau akusering menggambarkan sosok arjuna-arjuna di peraduanmu. Namun, hanya kau seorang arjuna yang dapat membuatku memiliki semangat untuk terus bergulat melawan setiap keangkuhan ragaku.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.