Untuk kedua kalinya, aku mendapati orang tua dari teman dekatku telah tiada. Mereka meninggalkan kehidupan ini tanpa memberikan tanda-tanda sebelumnya. Teman-teman saya yang ditinggalkan, mereka mengaku belum siap dan banyak sekali keinginan-keinginan yang belum mereka nyatakan kepada orang yang mereka kasihi. Dan keduanya sama, orang tua teman saya mengidap penyakit dalam waktu yang relatif singkat.

Aku mulai berfikir dan berfikir keras. Kehidupan ini hanyalah sebuah siklus dimana manusia harus mengikuti siklus itu. Dengan point-point yang sama juga. Namun dari siklus itu, memiliki pencapaian atas point-point tersebut yang berbeda. Ada yang sangat menikmati dan sangat nyaman dengan pencapaian itu, namun juga ada yang harus ngoyo untuk mencapai point-point itu.

Inti dari kehidupan ini adalah

Lahir – Tumbuh -Beribadah setiap saat – Sekolah – Kerja – Mencari uang – mencari banyak uang – mencari banyak sekali uang – Menikah – Mempunyai anak – Meninggal.

Hal-hal tersebut yang kadang membuat rasa stres saya hilang. Akhir dari kehidupan ini adalah suatu siklus diatas. Kita (sebagai manusia) tidak bisa memungkirinya. Kita wajib bersyukur, terlebih-lebih jika kita mendapatkan kemudahan untuk menjalani hidup kita. Dan kita diberi kelebihan rezeki untuk membantu sesama.

Karena point yang terpenting adalah point akhir pada siklius diatas. Kalian juga tidak bisa memungkirinya bahwa kalian tidak akan tahu kapan Yang Kuasa memanggil kalian untuk mempertanggung jawabkan semuanya.

Advertisement