Masih sangat jelas ketika AXIV datang ke kamarku dan membawa kue tart kecil bersama lilin berbentuk 17 tepat pukul 12 malam. Sesuatu yang sangat aku inginkan ketika itu. Terlebih-lebih jika Rio ikut menjadi bagian kecil dari kedatangan AXIV. Dan akupun juga tidak tahu bagaimana AXIV mengerti apa yang aku inginkan. Terima kasih.
- Bumbu Desa
- Bumbu Desa crew celebrating my birthday party
- On Three
- Ceny, Me, Be’ul
- KFC with IA 3
- Corporation dambaan
- Makasih AXIV :D
- AXIV jam 12 tepat
Dan aku juga masih ingat bagaimana anak2 IA3 dan beberapa temanku(yang mayoritas anak pabrasda) merayakan hari jadi ke-17ku. Terima kasih semuanya.
Kali itu aku masih belum tahu dan belum sadar bahwa kini aku menjadi anak yang dewasa. Dewasa dalam mengambil keputusan dan dewasa dalam menghadapi suatu masalah. Aku masih cengeng kala itu. Masih menggantungkan apapun ke ibu. Masih butuh perhatian(yang mengarah ke sikap kekanak-kanakan). Masih menggampangkan sesuatu. Seiring berjalannya waktu. Dan masih dalam pesona tujuh belasku. Aku menyadari banyak perubahan yang terjadi dalam hidupku. Aku mulai mengerti bagaimana menyikapi masalah. Banyak orang yang memintaku untuk tidak cengeng. Dan kini aku buktikan, aku tidak lagi cengeng. Aku akan menghadapi masalah dengan santai.
Aku semakin yakin atas cita-citaku. Aku semakin yakin akan terus berjuang di dunia bisnis. Dan action yang aku lakukan adalah mengikuti Youth Business Camp(YBC) dan berusaha untuk diterima di Sekolah Bisnis Menejemen ITB Tahun depan. Mengingat SBM-ITB adalah peringkat pertama Business Best School se-Indonesia. Aku akan berusaha. Aku akan berdoa. Aku juga akan mengambil IBM-Universitas Ciputra untuk menjadi cadangan kuliahku kelak.
Tujuh belas bagiku juga aku berjanji akan menjadi orang yang mantap akan pilihan. Aku tidak lagi linglung dalam mengambil keputusan. Aku akan mencoba untuk menjadi leader yang baik. Aku akan meraih semua mimpi-mimpiku.
Di umurku yang ke 17 ini aku juga mengurangi bad habitku yang sering aku lakukan dulu. Hanya beberapa orang yang tahu. Dan kini aku akan mengurangi rasa hedonku. Aku tidak ingin hanya hura-hura. Aku memiliki masa depan yang harus aku capai. Aku ingin ber-ikhtiar untuk mendapatkan semua itu. Aku tidak ingin meneruskan hedonisme ini. Hanya sedikit berhura-hura akan membantuku untuk mencapai kesuksesan lahir batin.
Namun di usiaku kini, aku belum siap untuk membangun relationship dulu. Aku ingin berkonsentrasi di bidang akademikku. Aku masih ingin meraih cita-citaku menjadi pengusaha yang sukses. Dan dapat membantu teman-temanku yang nantinya sulit mendapatkan pekerjaan. Aku juga ingin membesarkan perusahaan ibukku yang selama ini telah menghidupiku dan dengan usaha ini aku dapat menikmati berbagai hal yang belum bisa dirasakan beberapa teman-temanku kini. Aku ingin mengembangkan dengan tanganku sendiri.
Aku ingin menjadi orang yang berguna. Aku ingin mengembangkan Indonesia menjadi negara yang kaya dan ada perusahaan yang dapat masuk dalam jajaran 500 fortune. Dan dapat mengembalikan kejayaan mengalahkan Malaysia. Aku akan selalu percaya bahwa Indonesia nantinya akan dapat masuk ke alam jajaran negara yang kuat akan SDMnya. Yang tentunya harus mengurangi problema klasik yang dapat menghancurkan nama Indonesia, yaitu “KORUPSI”. Bangunlag bersama Indonesia menjadi negara yang kaya dan sangat disegani oleh bangsa-bangsa lain.














